Ketika Islamophobia terus meneror, kepada siapa umat islam meminta perlindungan?
Ketika
Islamophobia terus meneror, kepada siapa umat islam meminta perlindungan?
Kasus
penembakan di dua masjid di chrischurtc yang dilakukan oleh orang
berkewarganegaraan Australia dan dilakukan secara live streaming di social
media bulan Maret lalu menewaskan sekitar 50 orang. Kemudian berlanjut ke kasus
penyerangan dan pembakaran muslim oleh sekelompok orang di Mali, Afrika Barat yang menewaskan sekitar 160 orang. ,serta
pemboman bertubi-tubi di Gaza Palestina yang dilakukan oleh bangsa Israel yang
mengakibatkan banyak orang tewas termasuk anak-anak. Islamophobia di
negeri-negeri yang minoritas muslim terus membuat ketakutan bagi umat muslim,
membuat trauma, bahkan memicu terjadi pembantaian di negeri lain. Pembantaian
yang dilakukan terus-terusan kepada umat islam ini seakan-akan tak perrnah
berhenti, bahkan semakin bertambah.
Banyak
respon dari berbagai kalangan atas pembantaian yang terjadi kepada umat islam,
baik dari PBB, para politisi, mahasiswa, dan lainnya. Ada yang mengecam dan
mengutuknya, namun tak sedikit pula yang mendukungnya. Banyak pertanyaan yang
bermunculan, mengapa umat islam terus-terusan menjadi korban? Kapan
islamophobia itu tak menjadikan umat islam sebagai korban? Bukankah setiap
individu memiliki hak untuk hidup? Dimana PBB yang katanya bertujuan untuk
memberikan perdamaian dunia? Dimana para pemimpin-pemimpin negeri muslim yang
katanya saudara sesama muslim itu bagaikan satu tubuh? Lantas kepada siapa umat
islam meminta pertolongan? Apakah ada yang salah dengan negara-negara di dunia
ini karena ta mau menolong?
Menilik
ke sejarah islam kapan awal mula negeri-negeri muslim dijajah, yaitu ketika
negeri-negeri muslim disekat-sekat menjadi negara bangsa. Saat itulah kaum
muslim menjadi lemah laksana anak ayam tak ada induknya, penjajahan terus
terjadi dan umat islam tak mampu melawan, individualis dari para pemimpin negeri
pun berlaku. Inilah yang melemahkan umat islam dan menjadikan umat islam
terpecah belah. Berharap pada negara adidaya Amerika Serikat pun itu sesuatu
hal yang tidak mungkin, karena Donald Trump adalah presiden yang mendukung
berdirinya negara Israel sang penjajah itu sendiri.
Artinya
pilihan bagi umat islam adalah persatuan umat islam di seluruh dunia. Untuk
saling membantu sesama saudara muslim tanpa ada sekat, serta menjaga ukhuwah
yang sebenarnya dan bersama-sama melawan penjajahan. Inilah yang harus umat
islam terus perjuangkan.
Komentar
Posting Komentar