Nasib Tenaga Medis di Tengah Wabah Virus Corona
Nasib Tenaga Medis di Tengah Wabah Virua Corona
Corona atau Covid-19 di Indonesia terus memakan jiwa. Virus yang
masuk pertengahan bulan Maret ini sungguh sangat mengkhawatirkan. Virus yang
awalnya dianggap remeh oleh para pejabat
negara justru sekarang telah menghilangkan banyak nyawa rakyat di negeri ini. Dan
justru saat ini membuat pemerintah kebingungan mencari solusi. Tercatat sampai
tanggal 1 April 2020 korban jiwa mencapai 1.667 kasus, 157 meninggal, dan 103
sembuh. Jumlah yang sangat mengkhawatirkan, bahkan jumlah ini diprediksi akan
terus meningkat. Usaha pemutusan rantai penyebaran virus yang dihimbaukan oleh
pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan social distancing dan lockdown
wilayah pun sudah dilakukan. Namun hasilnya kurang membuahkan hasil.
Membahas tentang virus corona tak bisa lepas dari tugas profesi
dokter dan tenaga medis lainnya. Di tengah wabah corona ini, peran tenaga medis
sungguh sangat dibutuhkan. Julukan sebagai pahlawan sangat pantas
disematkan untuk mereka yang telah mengorbankan banyak hal. Dimana nyawa mereka
menjadi taruhannya. Memang tak mudah untuk menjalankannya, sumpah yang telah
mereka ucapkan adalah sebagai bentuk tanggung jawab mereka untuk menyelamatkan
banyak nyawa. Dinfokan dari (IDI) Ikatan Dokter Indonesia sampai hari ini, 12
dokter telah meninggal akibat Covid-19. Di sisi lain, kurangnya peralatan medis
seperti masker dan APD juga menjadi faktor sulitnya para tenaga medis dalam
merawat pasien covid-19. Semua kebutuhan alat medis tak bisa lepas dari
tanggung jawab negara.
Beginilah nasib tenaga medis di tengah virus corona. Mereka mati-matian
berjuang menyelamatkan nyawa banyak orang, sementara ajal terus mengintai nyawa
mereka. Untuk menyelesaikan masalah virus covid-19, dimana peran yang paling
besar adalah para tenaga medis, maka ini dibutuhkan kerja sama antara dokter,
rakyat dan yang pasti pemimpin negeri ini.
Dari pemimpin negeri, harusnya mengambil pelajaran dari kelalaian
yang telah dilakukan di awal munculnya virus ini. Kesalahan fatal itu harusnya
menjadikan pemerintah bersegera untuk memberikan solusi. Namun sayangnya
pemerintah terkesan abai dengan nyawa rakyat dan tenaga medis. Tidak dilakukannya
lockdown nasional adalah bukti dari kurang bertanggung jawabnya pemerintah
terhadap rakyat di negeri ini.
Dari rakyat, sebaiknya melakukan social distancing dengan menjaga
jarak dan melakukan aktivitas di rumah saja. Hal ini sudah sangat membantu para
tenaga medis. Untuk yang harus tetap mencari nafkah, ini memang sulit. Bagaikan
buah simalakama, di rumah mati kelaparan di luar mati karena corona. Kita hanya
mampu berdo’a dan ikhtiar. Semoga Allah segera mengangkat makhluk kecil yang
bernama Corona ini.
semoga tenaga medis diseluruh tanah air yg menangani covid ini diberikan kesehatan slelau ya
BalasHapus